6)Akan tetapi, Petrus berkata,"Emas dan perak tidak ada padaku. Tetapi apa yang ada padaku, itulah yang akan kuberikan kepadamu. Dalam nama Isa Al-Masih, orang Nazaret itu, berjalanlah engkau!" 7)Petrus memegang tangan kanannya lalu menolongnya berdiri. Saat itu juga kaki dan mata kakinya menjadi kuat. 8)Ia melompat tinggi-tinggi, lalu berdiri dan mulai berjalan ke sana ke mari. Kemudian ia masuk ke dalam Bait Allah mengikuti Petrus dan Yahya sambil berjalan dan melompat-lompat serta memuji-muji Allah.

(Kisah Para Rasul 3: 6-8, Kitab Suci Injil terj. 1912)





Kamis, 22 Desember 2011

LET'S CURHAT, MOM!


(11,5 x 18,5) cm; 167 hlm; book paper; 2011

ISBN: 978-602-98932-7-0

Rp 35.000



TERBITAN TERBATAS



Awalnya, buku ini hanya akan saya simpan sendiri dan akan saya jadikan suatu barang yang berharga dalam hidup saya. Kelak ketika umur bertambah banyak dan daya ingat  semakin menurun, tulisan-tulisan di dalamnya tentu akan mampu menolong mengingatkan kembali percakapan-percakapan yang berkesan di masa lalu dengan  puteri saya tercinta.


Namun, mendengar kesulitan banyak orang untuk berkomunikasi dengan anak serta kebingungan anak-anak yang enggan untuk “curhat” dengan orang tua mereka sendiri, mendorong saya untuk tidak menyimpan sendiri pengalaman ini melainkan membiarkan banyak orang untuk ikut menikmatinya juga.

Buku ini berisi percakapan nyata antara saya dengan puteri saya. Ringan dengan bahasa sehari-hari. Banyak tawa di dalamnya tetapi tentu saja berisi nasihat dan ajaran-ajaran yang baik serta teguran-teguran.

Kiranya buku ini dapat menolong  para orang tua untuk mulai menjalin komunikasi yang dalam dengan anak-anaknya. Tidak sulit, mulai dari hal-hal yang ringan. Dan untuk para anak, semoga buku ini juga dapat mendorong kalian untuk menjadikan orang tua sebagai teman dekat dan tempat curhat.

Saya senang jika suatu hari, setelah Anda membaca buku ini, Anda semua akhirnya memiliki buku berharga Anda sendiri yang berisi percakapan dengan anak-anak Anda.
— Lena Pasaribu


Kamis, 10 November 2011

AJARAN DUA KERAJAAN LUTHER DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA



(15,5 x 22,5) cm; 462 hlm; HVS 70 gr; 2011
ISBN: 978-602-98932-8-7
Rp 60.000,00


Apakah hubungan gereja-negara itu berkaitan dengan kesadaran atau tidak dari gereja-gereja Lutheran di Indonesia atas pikiran Luther tentang Ajaran Dua Kerajaan Luther (ADK)? Karena Martin Luther (ML) merumuskan pikirannya tentang ADK secara kontekstual, maka di sini kita berjumpa dengan tugas teologi sebagai sebuah ilmu yang terus menerus menangani masalah secara baru untuk menghindari spekulasi “menara gading” teologi akademis yang jauh bergerak dari iman gereja pada masanya. Luther yang waktu itu bertugas sebagai dosen di Universitas Wittenberg, tidak membiarkan dirinya terkurung di dalam tembok akademis, melainkan keluar dari sana dan memberikan jawaban yang kontekstual. Maka penelitian ini akan menguji apakah ADK yang dibidani dalam menjawab masalah Eropa, dapat memberikan sumbangan dalam menjawab masalah Indonesia.

Melalui ADK ini Luther ingin mengajar orang Kristen untuk memandang kekuasaan secara teologis, tidak mencampuraduk kekuasaan teologis dengan politik; tidak menyembah kekuasaan, karena kekuasaan adalah pemberian Tuhan; memberikan batas-batas kepada pemerintah duniawi; menekankan bahwa Injil harus berdiri sendiri tanpa dukungan kekuatan politis; dan menjamin kebebasan beragama setiap pribadi.  Maka ADK juga dapat memberikan sumbangan kepada gereja-gereja di Indonesia untuk memahami bahwa kedua kekuasaan harus bekerjasama secara dewasa dalam membangun bangsa. 


Senin, 05 September 2011

MUKJIZAT TERBESARKU - Kisah Seorang Anak Hiperaktif




(14 x 21) cm; 151 hlm; book paper; 2011
ISBN: 978-602-98932-6-7
Rp 35.000


TERBITAN TERBATAS


-->
Pengalaman hidup yang menginspirasi dan mengedukasi pembaca untuk mengerti rencana Allah yang paling baik untuk hidup kita. Memang sering kita tidak mengerti awalnya, tetapi apabila kita mau peka terhadap bisikan-Nya, maka pada akhirnya buah-buah manislah yang kita peroleh.
Sungguh pengalaman seorang anak muda yang sarat akan karya Allah. Pembaca dituntun untuk ikut bersama pengarang mengarungi lorong-lorong gelap yang berakhir di padang rumput Tuhan yang hijau. 
Elly Anawati
Guru, konselor
__________________________________________________________________________________

Membaca bab demi bab buku ini, air mata saya sulit dibendung. Sebagai seorang ibu, saya sangat bisa merasakan betapa beratnya kejadian yang dialami Matius, dan ini sangat menyentuh bahkan menggetarkan hati saya. Ditulis dengan bahasa sederhana, buku ini menyajikan nilai yang dalam dari perjalanan hidup seorang anak yang tertolak pada masa kecilnya dan kacau pada masa remajanya. Namun, Tuhan bekerja secara dahsyat dalam hidupnya. Keterbatasan akibat apa yang dialaminya tidak membuatnya lemah, tetapi justru menjadi momentum penyerahan dirinya secara total kepada Tuhan, dan ini adalah penyerahan tertinggi kepada Tuhan serta kehendak-Nya, yang membawanya mengalami mukjizat terindah, yaitu perjumpaan secara pribadi dengan Yesus Kristus.
                            
Pdp. Esther Partalaksana
Ketua “New Wine Women Ministries”
__________________________________________________________________________________

Sangat menginspirasi dan mentransformasi. Kiranya pembaca dapat mengalami Tuhan, dan belajar untuk “Tidak memperhitungkan yang hilang, namun menggunakan apa yang masih ada dan melakukan yang terbaik melaluinya”.

Pastor George Ferry
(Founder “Penuai Ministry” & Gembala Senior “Oicumene Sunday Service”, Jakarta)
__________________________________________________________________________________

Suatu pengakuan yang jujur dan tulus, serta pertobatan dan penyerahan diri total kepada Tuhan Yesus.
Pdt. Darius
__________________________________________________________________________________

Buku ini adalah sebuah ungkapan hati yang jujur dan terbuka, sebuah hadiah bagi generasi muda untuk mengenal Kristus. Saya terkagum-kagum membaca lembar demi lembar tulisan di buku ini sampai habis, dan saya mengajak Anda untuk mengambil waktu sejenak, berdoa, dan merenungkan hidup Anda di hadapan Tuhan setelah membaca buku ini.

Andra Lukas, MA
Pastor di IFGF GISI Bandung